Puncak Acara KKN Kewirausahaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta “Plesir ing Gilangharjo”

Standard

Image

Satu bulan lamanya terhitung sejak penerjunan live-in mahasiswa 3 April 2012, KKN Tematik Kewirausahaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan puncak kegiatan sebagai bentuk apresiasi kegiatan KKN kewirausahaan di desa Gilangharjo, Pandak, Bantul (29/4). Kegiatan yang bertajuk “Plesir ing Gilangharjo” atau “Gilangharjo’s One Day Trip” ini mengundang berbagai pengunjung mulai dari wisatawan domestik maupun asing. Para tamu undangan, seperti Rektor UAJY, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bantul, dan para petinggi terkait juga diundang dalam rangka launching buku berjudul “Exotic Gilangharjo”. Berlokasi di beberapa spot area desa, berbagai keunikan dan pemandangan asri desa disuguhkan dalam rangka memanjakan mata wisatawan.

Bermula akan tujuan kegiatan KKN guna mempromosikan sembari memberikan pemasukan bagi masyarakat desa Gilangharjo, mahasiswa KKN mampu menjual 65 tiket kepada masyarakat umum hingga turis asing. Sesuai dengan tema yang diangkat, acara ini merupakan suatu paket wisata dimana menyuguhkan berbagai kekhasan di seluruh dusun yang ada di desa Gilangharjo. Berlangsung selama satu hari mulai pukul 9 pagi hingga 6 petang, para wisatawan tetap secara asik belajar dan mengenal lebih dalam desa wisata Gilangharjo.

Acara dibuka dengan sambutan reog dari masyarakat dusun Krekah, dilanjutkan dengan launching buku di Balai Desa Gilangharjo. Berbagai kegiatan warga desa kemudian disuguhkan kepada wisatawan mulai dari membatik, pembuatan abon ayam dan lele, lukis topeng, hingga pandai besi. Berbagai aktivitas masyarakat juga dilakukan bebarengan seperti memedi sawah atau membuat orang-orangan sawah, nabuh gamelan, ngonthel atau bersepeda, tak luput pula bermain layangan dan latihan menari tradisional. Dolanan anak atau permainan anak juga dikemas dalam paket wisata kali ini dengan bermain batok kelapa. Penutupan pun dilakukan dengan pemberian souvenir kepada wisatawan sebagai bentuk oleh-oleh kekhasan desa.

Kuliner khas juga disuguhkan dalam serangkaian paket wisata. Berbagai camilan unik seperti munten, galundeng, hingga bolu kukus ketela buatan paguyuban kuliner juga ikut memanjakan lidah wisatawan dan tamu undangan. Konsep makanan “Kembul Bujono” dimana meliputi camilan pembuka, makanan inti, dan minuman penutup juga dikemas dengan penyajian menggunakan tampah. Menu ayam ingkung khas kejawen, camilan emping garut, hingga minuman dawet ikut melengkapi menu makanan.

Beberapa tanggapan wisatawan yang merasa senang dan sangat berkesan juga dimunculkan dari hasil percakapan. Selain dapat mengenal Desa Wisata Gilangharjo lebih dekat, berbagai pembelajaran berharga dan perkenalan terhadap budaya Jawa dapat diperoleh dengan cara yang menyenangkan dan berkesan. Para tamu undangan juga merasa cukup berkesan dengan Desa Gilangharjo dan pantas untuk diperhitungkan sebagai salah satu desa wisata.

Image

About Desa Wisata Gilangharjo

Desa Gilangharjo sebuah desa yang memiliki beragam potensi wisata yang berada diantara kawasan segitiga emas Bantul, Yogyakarta yaitu Gabusan, Manding, dan Tembi. Lokasi desa ini hanya berjarak sekitar 45 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Dengan Motto Desa “berjalan Serempak Menuju Kemandirian” Desa gilangharjo mencoba memadukan potensi daerah menjadi desa dengan wawasan wisata terbaik diantara li...ngkungan sekitar. Didukung tanah yang subur serta Topograpi datar, Desa Gilangharjo dapat menjadi kampong pertanian organic dan perikanan. Potensi wisata yang dimiliki anatara lain wisata pertanian seluas 280 Hektar sawah dengan suasana indah khas pedesaaan dapat dimanfaatkan wisatawan untuk refresing sekaligus mempelajari cara pengolahan lahan pertanian. Potensi tersebut juga didukung dengan tradisi kebudayaan Jawa yang telah ada selama ratusan tahun. Situs sejarah juga menambah kekayaan budaya di Desa Gilangharjo. Sebagai cikal bakal Kerajaan Mataram Jawa, Desa Gilangharjo memiliki situs-situs sejarah anatara lain Selo Gilang, yang merupakan batu dimana tokoh-tokoh kerajaan Mataram biasa bertapa dan mendapat pencerahan. Terdapat juga makam bersejarah Tambalan tempat Bupati pertama disemayamkan. Cagar budaya pendopo jetis yang telah berdiri lebih dari 100 tahun juga merupakan bukti kekayaan dan keunggulan struktur dan keindahan arsitektur bangunan Jawa. Sebagai bentuk wisata budaya di Desa Gilangharjo, wisatawan dapat turut serta berlatih seni tradisional. Berbagai jenis seni tradisional terdapat di Desa Gilangharjo ini antara lain, pertunjukan karawitan dan gamelan bertopeng, Jedhog Lesung oleh para ibu dengan alunan nada dari kayu yang telah berusialebih dari 100 tahun. Terdapat juga kerajinan topeng dan kerajinan kayu yang melengkapi kekhasan budaya dan wisata di Desa Gilangharjo. Di gerbang Gilangharjo, wisatawan akan disambut dengan kekayaan kuliner yang terdapat dan dibuat oleh penduduk. Kekayaan kuliner tersebut anatara lain berupa aneka abon, Srundeng, gula kelapa, hingga roti dan pastry. Selain itu terdapat pasar tradisional tempat berjualan cinderamata untuk membeli oleh-oleh yang menyempurnakan potensi wisata di desa Gilangharjo. Akses jalan menuju lokasi ini sangat mudah dan dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s